Math is Fun

Math is Fun

Sabtu, 05 November 2011

Not Yet

We're pilgrim on the journey of the narrow road
And those who've gone before us line the way
Cheerong on the faithful, ancouraging the weary
Their life a string testament to God's sustaining grace


Surrounded by so great a cloud of witnesses
Let us run the race not only for the price
But as those who've gone before us
Let us leave to those behind us
The heritage of faithfulness
Passed on through Godly lives


Oh may all who come behind us find us faithful
May the fire of our devotion line their way
May the footprint that we leave
Lead them to believe
And the life we live inspire them to obey
Oh may all who come behind us find us
FAITHFULL


......


What a beautyful lyrics.
This is my pray Lord.
For them, for my students, X3, X4, X5.
Have I lived a life that can lead them to see You?
What can I leave for them?
Have I touched their heart?
Have I encouraged them?
Have I inspired them?
Have I, have I, have I??!!!


Whatever God, I believe that every single word that come from my tounge, has blessed them.
Because YOU've strengthen me.
I believe God, that for this 4 months, You've used me to bless them.
I believe there's nothing meaningless and useless if I do it with YOU.
Thank You God, for this precious 4 months.
For mentors, for every teachers, for all officers.
And the most precious gift for me were My students.


I love them, even maybe they don't love me.
But I still love them.
Especially, for those who so difficult in Math.
I'm sorry for make you confused in Math, :D
But you have to!! :)


Thanks Lord
...............................

Rabu, 02 November 2011

Darahku sih merah...haha

Sore hari, setelah menyelesaikan semua tugas di sekolah hari ini, seperti biasa saya merebahkan tubuhku di atas kasur yang sangat tipis ini sambil membuka social network yang paling mengguncang dunia (#lebay) modern ini, FACEBOOK. Sejenak mataku tertuju pada salah satu grup yang sudah cukup lama tidak saya "klik", grup KELUARGA SA'DAN. Wah, grup ini menurut saya paling seru dalam hal diskusi atau silang pendapat, apalagi kalau sudah menyentuh area yang paling sensitif, yaitu tentang ke-Bangsawan-an. Hmmmmm...







Saya mencoba membaca kembali postingan-postingan para anggota grup dan membaca komen-komen mereka. Yah, lumayan bisa merefresh pengetahuan saya yang sangat secuil ini tentang kampung halaman saya yang tercinta. Topik yang paling sering diangkat adalah tentang darah biru, bangsawan, puang, dan sejenisnya. Sangat seru membaca setiap komen yang diluncurkan oleh rekan-rekan sesama orang Sa'dan itu, dan ternyata saya juga pernah "nimbrung" posting komen di situ..hehe..







Sampai sekarang, saya masih bingung bercampur penasaran. "Warna" darah saya apa ya? Walaupun sebenarnya sudah cukup banyak info yang saya dapat, tetapi dasar otak saya agak lambat mencerna komen-komen mereka. Saya juga agak canggung untuk bertanya langsung ke orang tua.







Anyway, terlepas dari semua itu, bagi saya mau bangsawan atau bukan, saya tetap bangga menjadi orang Toraja. Kalau ditanya kenapa? Ya iyalah...secara budayanya itu, alamnya itu, pesonanya itu loh, kagak nahan...amazing luar biasa. Oh, iya. Satu lagi. Ngapain sih pusing-pising mikirin, "Saya keturunan ini atau itu?", toh, i'm still the image of God, whether "my blood is blue" or not.
Lagian, selama ini, sepertinya kalau saya terluka dan keluar darah, warnya MERAH..hahaha...







Hidup Toraja!!!
Hidup darah merah!!!
:p

Kamis, 27 Oktober 2011

All about my internship

oh my,oh my,oh my.. Sudah hampir 4 bulan internship di SDH Daan Mogot. Dua minggu lagi main sekolah-sekolahannya selesai.heee....14 minggu saya simulasi menjadi guru math, apakah saya bertumbuh? hmmm...dari komentar dan feedback mentor,juga dari refleksi harian saya, sepertinya saya mengalami efek roller coster. Ada masa-masa di mana saya sukses,ada juga saya gagal. Tapi bagi saya, it's okay. Selama saya masih belajar, gali pengalaman sebanyak mungkin.
Hmmm...jadi sosok guru muda ternyata tidak gampang. Apalagi ketika diperhadapkan dengan siswa SMA kelas 10 yang rentang usia saya dan mereka hanya terpaut 5-7 tahun. Pergumulan yang cukup berat, karena di satu sisi saya adalah guru mereka yang seharusnya dianggap sebagai orang yang lebih tua oleh mereka. Di lain pihak, dengan rentang usia yang terbilang relatif dekat, saya cenderung masih sepikiran dengan mereka, sehingga lebih asik jika menjadi teman. Dan inilah diri saya, saya berusaha untuk menjadi "teman" bagi mereka, dalam belajar matematika.
Saya bukan tipe orang yang serius. Dalam mengajar saya suka berbagi guyonan, tertawa bersama siswa, dan bersenda gurau. Namun, ternyata menjadi seperti ini adalah pilihan yang cukup sulit. Ketika kita sudah dekat dengan siswa, siswa betul-betul akan menganggap kita sebagai teman, bukan lagi GURU!!! Jarak antara guru dan siswa tidak ada lagi, sekarang mnejadi antarteman. Hal ini yang terus dan terus saya gumulkan. Ketika saya mencoba untuk menjadi teman mereka, saya pun harus tetap menjaga reputasi saya sebagai seorang guru.
Dan inilah yang terjadi selama 4 bulan ini. Saya tahu benar dan sangat sadar, mereka lebih menganggap saya sebagai teman. Saya pun memang terlalu berlebihan dalam berelasi dengan mereka (my fault >,<). Menjelang akhir praktikum ini, saya sedikit menyesali apa yang telah saya bangun. Siswa meminta keringanan, siswa terlalu banyak bercanda di kelas, tertawa dan tidak memperhatikan presentasi guru, dan hal-hal lain yang mereka lakukan yang membuat emosi saya hari ini akhirnya terlampiaskan. Marah depan kelas?? Tidak!! Hanya teguran keras, sedikit luapan emosi yang bisa saya keluarkan. Yang menjadi bagian yang paling tidak mengenakkan adalah hari-hari setelah ini. Saya bingung harus bersikap seperti apa.
But, listen. "Problem, I have big GOD". ^___^
"Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari".
"Kalau marah, cukup sampai ketika matahari terbenam".
Kutipan teks bible di atas menguatkan saya untuk bisa menjalani hari-hari besok, khususnya dua minggu ke depan.
Hmmmmmm.....Dua minggu lagi. Saya ingin menikmati kebersamaan dengan siswa-siswa saya di dua minggu terakhir ini.
I love my students.